Sebuah kisah sufi abad 13, seseorang bernama Nasruddin, tokoh filosof-humoris, orang dungu yang bijaksana….

Ketika seorang kawan bertanya apakah Nasruddin pernah berfikir untuk menikah, dia menjawab bahwa sebetulnya sudah bertahun-tahun dia sudah mencari istri yang sempurna. Di Damaskus, Nasruddin bertemu dengan seorang perempuan yang cantik dan anggun, akan tetapi dia kurang taat beragama. Kemudian di kota lain, dia menemukan seorang perempuan yang cantik, alim dan taat, tetapi tak bisa saling berkomunikasi dengan baik. Akhirnya di Kairo dia bertemu dengan perempuan yang dia cari – “Dia adalah perempuan yang ideal, alim, dermawan, cantik dan terbuka. Sempurna dalam segala hal.” Ketika kawannya bertanya mengapa Nasruddin tak menikahinya, dia menjawab, “Sayangnya dia juga sedang mencari lelaki yang sempurna.” 🙂


Sebuah anekdot :

Seorang pria mengendarai mobilnya terlalu cepat menuruni jalan pegunungan yang berbahaya. Mobil itu keluar jalur dan terjun ke jurang, tetapi lelaki itu selamat dengan menggapai dan bergelantungan di serumpun semak yang tumbuh di dinding pegunungan, dan di bawahnya adalah batu-batu yang runcing. Saat bergelantungan, dia memohon kepada Tuhan : “Tolong aku Ya Tuhan, selamatkan aku. Aku akan berubah selamanya. Aku akan melakukan segala perintah-perintahmu.”

Tuhan menjawab lelaki itu : “Sesungguhnya hidup dan matimu Aku yang menentukan, kamu ingin pertolongan dari-Ku? Kamu ingi hidup?” “Ya”, kata si lelaki. “Apa saja. Apa saja, yang penting aku hidup.” Tuhan berkata lagi : “Baiklah…Aku akan menolongmu dan kamu akan tetap hidup! Tapi ada satu syarat yang harus kau lakukan.” “Terserah…”, lelaki itu menyahut. “Kau percaya padaku?” tanya Tuhan. “Aku percaya dan yakin sepenuhnya.” jawab si lelaki. “Baiklah, ” kata Tuhan, “percayalah dan yakinlah pada-Ku dan lepaskan peganganmu.”

Jika laki-laki itu adalah anda, maka apakah anda akan percaya kepada perkataan Allah, ataukah anda mempercayai otak anda yang mengatakan, “Jika aku melepaskan pegangan ini, aku pasti jatuh dan mati.”


Islamic Widget

16Dec09



Piala Dunia 2010 adalah Piala Dunia FIFA ke-19, suatu kejuaraan sepak bola internasional, yang putaran finalnya berlangsung pada sampai 11 Juli 2010 di Afrika Selatan. Ini adalah pertama kalinya turnamen ini diselenggarakan oleh negara yang terdapat di wilayah konfederasi CAF, sehingga menyisakan OFC sebagai satu-satunya konfederasi yang belum pernah menyelenggarakan Piala Dunia FIFA.

Tuan rumah selalu menjadi favorit di Piala Dunia. Mereka selalu memiliki energi lebih karena tampil di kandang sendiri dan mendapat dukungan penuh pennonton, selain penguasaan lapangan dan cuaca. Namun, sejauh ini baru enam tim yang menjadi tuan rumah dan juara. Mereka adalah Uruguay (1930), Italia (1934), Inggris (1966), Jerman Barat (1974), Argentina (1978), Perancis (1998). Akankah Afrika Selatan akan memecahkan rekor menjadi tim ketujuh sebagai tuan rumah yang juara, sekaligus sebagai tim Afrika pertama meraih presatasi itu?
Semua akan dibuktikan pada kompetisi sepak bola terakbar yang akan digelar pada 11 Juni sampai 11 Juli nanti di Afrika Selatan.

Jabulani, Bola Piala Dunia 2010

Bola yang akan digunakan untuk Piala Dunia 2010 diperkenalkan kepada dunia bersamaan dengan undian di Cape Town, Jumat (4/12) malam. Perkenalan itu juga dilakukan di beberapa negara. Di Indonesia, bola Piala Dunia bernama Jabulani itu diperkenalkan di Ballroom Jakarta Theatre, pukul 12.00 WIB. Bola ini dibuat dan didesain khusus oleh Adidas. Nama Jabulani diambil dari bahasa Bantu, salah satu dari 11 bahasa resmi di Afrika Selatan (Afsel), tuan rumah Piala Dunia 2010. Arti dari Jabulani kurang lebih “untuk merayakan”.

Makna angka 11 menjadi salah satu inspirasi pembuatan bola tersebut. Kebetulan, di Afsel ada 11 suku dan 11 bahasa resmi. Selain itu, angka 11 merupakan jumlah pemain dalam setiap tim. Maka, desain bola ini tak jauh-jauh dari filosofi angka tersebut. Maka, bola itu memiliki 11 warna. Warna-warna cerah penuh semangat dari Afsel sangat dominan dalam bola tersebut. Ada gambar segitiga yang terispirasi dari figur luar Stadion Johannesburg’s Soccer City. Masing-masing elemen desain tersebut menampilkan warna cerah Afsel.

Bola itu dibuat dengan teknologi mutakhir dengan profil ‘Grip ‘n Groove’ yang dikembangkan baru-baru ini. Teknologi ini membuat bola sangat imbang, mampu melesat dengan baik dan mudah digunakan untuk dribel. Bahkan, bola ini tak terpengaruh cuaca. Ditendang akan terasa sama saja baik dalam keadaan kering atau saat hujan,” jelas Monica Ang, Brand Communication Manager Adidias Indonesia, di Jakarta, Jumat (4/12).
Menurut Monica Ang, Jabulani sudah diuji di laboratorium Adidas di Scheinfeld, Jerman. Selain itu, pengujian juga dilakukan di beberapa tempat oleh pemain-emain profesional di Universitas Loughborough Inggris, AC Milan, Bayern Muenchen, Orlando Pirates, dan Ajax Cape Town.

Jabulani merupakan bola ke-11 Adidas yang dipakai untuk Piala Dunia. Sepuluh bola sebelumnya adalah The Telstar (Piala Dunia 1970), The Telstar Durlast (Piala Dunia 1974), The Tango (Piala Dunia 1978), The Espana (Piala Dunia 1982), Azteca (Piala Duia 1986), Etusco Unico (Piala Dunia 1990), Questra (Piala Dunia 1994), Tricolore (Piala Dunia 1998), Fevernova (Piala Dunia 2002), dan Teamgeist (Piala Dunia 2006).

Jabulani Mampu Melawan Cuaca

Laju bola sangat terpengaruh oleh cuaca dan ketinggian wilayah. Semakin tinggi tempat pertandingan, bola bisa meluncur lebih cepat. Jika angin cukup kencang, putaran bola akan berkurang. Demikian hasil studi yang dilakukan Adidas, seperti disaksikan oleh Associated Press. Padahal, ketinggian tempat bertanding akan sangat memengaruhi laju bola. Maka, para kiper harus mengetahui geografi. Studi itu menunjukkan, bola bisa melaju lebih cepat 5 persen di daerah tinggi. Itu yang diatasi oleh bola resmi Piala Dunia 2010 buatan Adidas, Jabulani. Brand Communication Manager Adidas Indonesia, Monica Ang di Ballroom Jakarta Theatre, Jakarta, Jumat (4/12), menyatakan, bola Jabulani tak terpengaruh cuaca.
Sebelumnya, bola sering dikeluhkan kiper. Sebagai contoh, dengan bola lainya, tendangan bebas dari jarak 20 meter di Stadion Soccer City, Johannesburg yang dataran tinggi, akan mencapai gawang 5 persen lebih cepat dibandingkan jika dilakukan di dataran rendah seperti Stadion Moses Mabhida, Durban. Laju bola dari tendangan bebas di dataran tinggi rata-rata mencapai 162 kilometer per jam. Sedangkan di dataran rendah, bola rata-rata melaju 120 kilometer per jam.
Dengan bola lama, para spesialis tendangan bebas juga akan kesulitan melengkungkan laju bola dalam tendangan pisang. Angin yang tebal akan mengurangi daya pusar bola. Sebagai catatan, Stadion Soccer City memang berada di dataran tinggi, yakni 1.694 meter di atas permukaan air laut. Stadion lain di Afrika Selatan yang berada di atas ketinggian 1000 meter adalah Bloemfontein (1.351), Pretoria (1.330), Polokwane (1.230), dan Rustenburg (1.153). Sedangkan stadion di dataran rendah adalah di Cape Town dan Port Elizabeth.
“Bola Jabulani akan membawa banyak harapan untuk masa depan, terutama bagi Afrika Selatan,” kata Ketua Eksekutif Panitia Piala Dunia 2010, Danny Jordaan. Legenda sepak bola Jerman, Franz Beckenbauer mengatakan, di zamannya bola sangat terpengaruh cuaca. Sebab, dulu bola dibuat dari kulit. “Dibutuhkan otot lebih kuat jika hujan, karena bola akan lebih berat,” katanya.

10 Stadion yang ditunjuk

  1. Stadion FNB, Johannesburg –> kapasitas 94.900
  2. Stadion Moses Mabidha, Durban –> kapasitas 70.000
  3. Stadion Green Point, Cape Town –> kapasitas 69.070
  4. Stadion Ellis Park, Johannesburg –> kapasitas 62.567
  5. Stadion Loftus Versfeld, Pretoria –> kapasitas 51.760
  6. Stadion Nelson Mandela Bay, Port Elizabeth –> kapasitas 48.000
  7. Stadion Free State, Bloemfontein –> kapasitas 48.070
  8. Stadion Peter Mokaba, Polokwane –> kapasitas 46.000
  9. Stadion Mbombela, Nelspruit –> kapasitas 44.000
  10. Stadion Royal Bafokeng, Rustenburg –> kapasitas 42.000

Hasil Drawing Group

Drawing grup Piala Dunia 2010 baru saja selesai dilaksanakan di Cape Town, Afrika Selatan. Dari delapan grup, mayoritas negara-negara unggulan seperti Inggris, Spanyol, Italia dan Argentina,  semuanya berada dalam grup relatif mudah. Di grup G dua negara berbahasa Portugis: Brasil dan Portugal berada dalam satu grup, ditemani Pantai Gading dan Korea Utara.

Berikut hasil lengkap drawing (undian) grup Piala Dunia 2010

Grup A

  1. Afrika Selatan
  2. Meksiko
  3. Uruguay
  4. Prancis

Grup B

  1. Argentina
  2. Nigeria
  3. Korea Selatan
  4. Yunani

Grup C

  1. Inggris
  2. Amerika Serikat
  3. Aljazair
  4. Slovenia

Grup D

  1. Jerman
  2. Australia
  3. Serbia
  4. Ghana

Grup E

  1. Belanda
  2. Denmark
  3. Jepang
  4. Kamerun

Grup F

  1. Italia
  2. Paraguay
  3. Selandia Baru
  4. Slovakia

Grup G

  1. Brasil
  2. Korea Utara
  3. Pantai Gading
  4. Portugal

Grup H

  1. Spanyol
  2. Swiss
  3. Honduras
  4. Cile

Selanjutnya, kita sebagai masyarakat Indonesia tentunya tak sabar untuk menunggu pertandingan demi pertandingan dari klub-klub sepak bola dunia tersebut. Pertanyaannya, kapan pasukan GARUDA termasuk dalam jajaran finalis piala dunia?

Sumber Artikel :