You are currently browsing the category archive for the ‘Cerita Nyata’ category.

Saat kau kukenal, itu lantaran aku seorang lelaki yang melihat kepada seorang wanita yang cantik. Ya, kuakui kau memang cantik dan manis. Ini dibuktikan dengan banyaknya pria yang mencoba mendapatkan hatimu, ‘begitupun denganku’. Tetapi setelah kuketahi bahwa kau sudah bertunangan, aku kecewa dan hanya bisa berkata dalam hati ‘aku terlambat’. Awalnya aku bertekad jikalau memang kita bisa berteman, maka hanya temanlah bentuk sebuah hubungan yang bakal kita jalin. Dan saat itu aku memasang tameng baja setebal-tebalnya dalam jiwaku bahwa ‘aku tak boleh melewati sebuah batas rasa denganmu’. Aku berusaha menjaga jarak denganmu. Read the rest of this entry »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.