Si Kecil, di manakah engkau sekarang?
Al kisah, pada suatu hari Rasulullah SAW mengadakan majelis ta’lim yang dihadiri oleh para sahabat. Beberapa waktu kemudian, tampak seorang anak kecil menghampiri ayahnya dalam majelis tersebut. Sang ayah lalu mendudukkan di depannya. Namun atas kehendak Allah azza wajalla tiba-tiba anak itu meninggal dunia. Peristiwa inilah yang membuat sang ayah sangat sedih dan tidak mau lagi menghadiri majelis ta’lim yang diadakan oleh Rasulullah.
Mengetahui beberapa kali orang tua itu tidak hadir dalam majelis ta’limnya, Rasulullah bertanya kepada para sahabat, “Mengapa belakangan ini aku tidak lagi melihat si Fulan?”
” Dia sedih yang amat dalam karena kematian anaknya ya Rasulullah!” jawab para sahabat.
Sesudah itu, secara kebetulan Rasulullah berjumpa orang tua tersebut di jalan. Rasulullah langsung menyalami erat-erat dan berta’ziah atas kematian anaknya. Namun, si orang tua makin menjadi kesedihannya dan seolah tidak bersemangat lagi hidup di dunia. Dan Rasulullah pun berkata kepadanya, “Wahai Fulan! Mana yang lebih engkau sukai, anakmu masih hidup dan engkau hidup bahagia selamanya di dunia atau ketika kelak engkau memasuki pintu surga engkau mendapati anakmu telah mendahului untuk membukakan pintu surga bagimu?”
“Dia mendahului aku ke pintu surga dan membukakannya untukku? Oh..sungguh ini yang lebih aku sukai, wahai Rasulullah!”
“Itulah untukmu!” jelas Rasulullah.
Mendengar keterangan dari Rasulullah yang demikian, kedua bibir lelaki tua itu langsung terbuka dan tersenyum gembira, seraya memuji kepada Allah SWT dan dia meneruskan perjalanannya dengan semangat hidup baru.
Dan di lain waktu, seorang wanita Anshar juga datang kepada Rasulullah. Sambil menangis, ia mengadu kepada beliau bahwa seorang anaknya belum lama meninggal dunia. Rasulullah mendengarkannya dengan seksama. Dengan hati yang amat sedih, wanita itu berkata lagi, “Wahai Rasulullah, sejak aku masuk Islam, dua anakku telah meninggal, selain yang belum lama meninggal ini, dan kaumku mencercaku!”
Kemudian Rasulullah menghibur dan memberi kabar gembira seraya berkata lantang sehingga orang-orang yang di sekelilingnya mendengar, “Demi Allah, sesungguhnya engkau telah terhalangi dari api neraka oleh dinding yang amat kokoh!”
Tiba-tiba wanita itu berhenti menangis. Wajahnya berubah berseri-seri, lidahnya berucap memuji dan bersyukur kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW mengetahui bahwa bagi seorang ayah dan ibu, tidak ada yang lebih mahal dari anak. Tak ada cobaan yang lebih besar melebihi kematian seorang anak. Oleh karena itu, beliau selalu mengingatkan kaum muslimin bahwa barang siapa yang bersabar menerima cobaan kematian anaknya, ia dijamin akan mendapatkan surga.
Pernah dalam suatu majelis berkata, “Tidak ada dua orang yaitu ibu dan bapak muslim yang ditinggal mati tiga orang anaknya kecuali Allah azza wajalla akan memasukkannya ke dalam surga karena rahmat Allah SWT semata tercurah kepada keduanya.”
“(Bagaimana) kalau (yang mati hanya) dua?” tanya salah seorang sahabat.
“Dua juga (memperoleh balasan seperti itu)!” jawab Rasulullah.
“(Nah) kalau satu (bagaimana)?” tanya sahabat lagi.
“Satu (tetap sama) juga (memperoleh balasan)!” jawab Rasulullah.
Kemudian Rasulullah SAW menambahkan, “Demi Dzat yang jiwa Muhammad dalam gengaman-Nya, bayi yang mati karena keguguran dapat menarik ibunya ke dalam surga, apabila ia bersabar dan mengharap pahala dari Allah SWT.”
Begitulah, mudah-mudahan kisah di atas ada manfaatnya bagi kita semua. Amin Yaa Robbal ‘Alamin.
Kisah ini didedikasikan untuk Mbak Ika http://myinspired.wordpress.com dan kepada para orang tua yang ditinggal mati si kecil buah hatinya.

jadi inget keponakan saya.. baru 3 hari lahir..belum pula meminum air susu ibunya, dia sudah di ajak pulang sm Allah.. semoga Almarhum menjadi pelindung untuk kedua orang tuanya di akhirat nanti..amin..
amin Ya Allah, Wahai Zat yang memegang segala jiwa..
thanx indah dah mampir
berharap kabarmu baik-baik saja..
terima kasih andi……. mudah2an aq segera bisa untuk mengikhlaskan-nya….. karena sungguh berat bagi seorang ibu yang menyaksikan sakaratul maut anaknya lalu dengan mudah mengatakan pada dunia, ” it’s ok…… I’m fine……” itu sangat berat andi… tapi aq pasti berusaha…. sekuat tenaga…… tks for you support, my friend……
~mba ika…
jikalau kesedihan itu datang kembali…
pejamkan mata, abaikan semua pikiran, hadirkan Allah di hati…
ucapkan lafadz Allah…..Allah…..Allah….dalam-dalam di hatimu…
Kenikmatannya mengalahkan segala rasa…
Insya Allah…
………………………………………….
salam ….semua akan kembali kepadanya
semua datang untuk pergi ….Thanks
MNpsQY Thanks for good post
8 orang anak lahir & tumbuh blm ada yg dipanggil Allah sampai si bungsu sudah 30 thn, adakah/ apakah rahasiaNya thd keluarga ini…. kalau membaca cerita di atas …. kasihan kedua orang tua itu … belum ada yang pasti membukakan pintu surga bagi mereka…!???
Oh…8 orang anak yg masih hidup itu jika telah tertanam islam dan iman di dalam dada-dada mereka, mereka tidak melakukan syirik kepada Allah SWT, lalu mereka berdoa kepada Allah Yang Maha Adil…Ya Allah ampuni kedua orang tua kami…ridhoi mereka…mulyakan tempat mereka…
Mereka terus berdoa untuk orang tuanya sepanjang masa umur mereka…
Sabda Nabi : Apabila anak Adam (manusia)telah mati, maka putuslah semua pahala amalnya (karena mereka telah mati dan tidak bisa beribadah lagi) kecuali 3 perkara: Sodaqoh jariah, Ilmu yang bermanfaat dan Anak soleh yang mendoakan kedua orang tuanya.
Pahala dari 3 amal perbuatan itu akan mengalir terus memperberat timbangan pahala kita sampai dengan hari kiamat…
Jadi…orang tua yg pny 8 anak itu jika memang berhasil membuat anak-anaknya menjadi anak yg soleh dan solehah tentu saja akan sangat beruntung…Tidak sekedar dibukakan pintu sorga…Lebih dari itu! Tapi jika 8 orang anaknya adalah anak-anak yg ingkar kepada Allah, orang tua itu tidak cuma kasihan…tapi Celaka!!!
Amien semoga mereka menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah…..! Sebuah ujian yang cukup berat juga rupanya……