Home > Kisah - Kisah > Kecerdikan Abu Nawas Membagi Kambing – Bagian 1

Kecerdikan Abu Nawas Membagi Kambing – Bagian 1

Ketika pagi hari datang, tampaklah Sultan Harun al-Rasyid duduk-duduk di depan istanyanya. Beliau di waktu seperti itu, sengaja ada di sana karena saat-saat seperti itu seringkali banyak tamu yang datang. Sehingga bila beliau berada di sana, maka orang yang datang tak susah-susah mencarinya lagi.

Sultan Harun al-Rasyid, dikenal oleh masyarakat sebagai seorang raja yang amat adil dan bijaksana. Beliau tidak membeda-bedakan antara orang satu dengan yang lainnya. Karena itu, bukan hanya para bangsawan saja yang sering menghadap, tapi juga banyak tamu-tamu dari golongan orang-orang biasa.

Mereka menghadap Sultan, adakalanya ingin memberi hadiah kepada beliau, ada yang menjalin tali persaudaraan dan membicarakan masalah-masalah kenegaraan. Tapi ada pula di antara mereka yang menghadap untuk meminta keadilan maupun penyelesaian masalah-masalah yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.

Kemudian datanglah tiga orang desa menghadap Sultan di istana. Sultan yang waktu itu sedang duduk berbincang-bincang dengan para pejabat tinggi, langsung saja mempersilahkan ketiga orang desa itu masuk.

Setelah ketiga orang desa itu membungkuk, salah seorang dari mereka berkata,”Ampun beribu ampun Baginda, karena kami telah mengganggu perbincangan Baginda.”

“Tidak!” jawab Sultan. “Kalian tidak mengganggu kami. Kami malah senang dengan kedatangan kalian. Memangnya ada apa kalian menghadapku? Adakah persoalan yang ingin kalian sampaikan?”

“Benar Baginda!” sahut mereka. “Kami bertiga datang menghadap kemari karena hendak memohon pertimbangan Baginda yang amat bijaksana.”

“Pertimbangan apa yang dapat saya berikan kepada kalian?” tanya baginda.

“Sebelumnya, kami ingin memperkenalkan diri kami terlebih dahulu, Baginda,” kata orang tersebut sambil menunduk.

“Ya…, silahkan!” sahut Baginda.

“Nama saya Ahmad, Baginda.” Orang itu mulai memperkenalkan diri. “Yang ada di sebelah kiri saya ini bernama Zulfikar dan yang sebelah kanan saya Zubair namanya. Kami bertiga pernah bersepakat hendak menternakan kambing bersam-sama. Saya mempunyai dua ekor kambing betina, Zulfikar mempunyai seekor kambing jantan. Sedangkan Zubair tidak mempunyai seekor pun. Karena itulah, Zubair yang setiap hari harus bekerja menggembalakan ketiga kambing tersebut. Apabila ketiga kambing itu beranak-pinak, maka pembagian keuntungannya juga telah kami sepakati, yakni saya akan memperoleh separo dari jumlah total kambing, Zulfikar memperoleh sepertiganya dan Zubair yang menggembalakan dan merawat kambing-kambing tersebut mendapat bagian seperdelapannya.”

“Lantas, apakah sekarang ketiga kambing kalian telah beranak-pinak?” tanya Baginda.

“Benar, Baginda,” sahut Ahmad. “Ketiga kambing itu sekarang sudah berjumlah menjadi dua puluh tiga ekor. Karena itu, kami sekarang ingin membaginya sesuai dengan kesepakatan kami dahulu. Tetapi ternyata kami kesulitan untuk membaginya. Karena itulah, kami datang kemari untuk memohon pertimbangan dan penyelesaian Baginda.”

“Membagi dua puluh tiga ekor kambing sesuai dengan perjanjian yang mereka buat, tentu saja sangat sulit sekali. Bayangkan, bila Ahmad memperoleh pembagian separo dari kambing-kambing tersebut, maka Ahmad sebenarnya harus mendapat bagian sebelas ekor kambing lebih setengah. Sedangkan Zulfikar yang memperoleh pembagian sepertiga seharusnya ia berhak mendapat tujuh ekor kambing lebih dua pertiganya. Sementara Zubair yang dalam kesepakatan mendapatkan bagian seperdelapan, berarti ia berhak memperoleh bagian sejumlah dua ekor kambing lebih tujuh perdelapan. “Jadi ini pembagian yang sangat sulit sekali,” gumam Sultan Harun geleng-geleng kepala. (besambung)

Bagaimana kisah selanjutnya? Menurut anda, bagaimana cara menyelesaikan persoalan tiga orang desa tersebut?

Categories: Kisah - Kisah
  1. yayat
    November 9, 2008 at 15:45 | #1

    andi please help me!!! bsk gw mw ke kantor lw, coz gw belum ngerjain matematika, lw udah ga??? tlng hubungi gw klw lw udah buka email ini. thank bra eh.. salah, maksud gw bro!!